Gunungpati, Semarang - Upacara penyerahan KKN Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-16 UIN Walisongo Tahun 2023 dilakukan dengan khidmat di kecamatan Gunungpati, Semarang. Pada Selasa (4/7/2023), sebanyak 240 mahasiswa dari UIN Walisongo diberangkatkan untuk mengikuti program KKN MIT di Kecamatan Gunungpati selama 45 hari.
Upacara penyerahan dihadiri oleh Camat Gunungpati, Bapak Sabar Tri Mulyono, perwakilan dari UIN Walisongo Semarang, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UIN Walisongo Semarang di masing-masing posko, serta para lurah di Kecamatan Gunungpati.
Ibu Titik, salah satu perwakilan LP2M dari UIN Walisongo Semarang, mengungkapkan bahwa kegiatan KKN MIT ke-16 ini akan berlangsung mulai tanggal 4 Juli hingga 17 Agustus 2023.
"Kegiatan KKN MIT ke-16 berlangsung dari tanggal 4 Juli sampai 17 Agustus 2023. Sebanyak 2160 mahasiswa dibagi menjadi 144 posko, Kota Semarang sebanyak 36 posko yang tersebar di Gunungpati, Gajahmungkur, serta Tembalang," kata Titik. “Para mahasiswa harus bisa beradaptasi dengan lingkungan. Serta menjaga nama baik almamater,” lanjutnya (4/7/23).
Titik sebagai perwakilan dari UIN Walisongo mengungkapkan harapannya bahwa mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapat dari bangku kuliah dengan maksimal di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi dengan lingkungan serta menjaga nama baik almamater.
Sementara itu, Camat Gunungpati, Sabar Tri Mulyono, memberikan informasi tentang profil masing-masing kelurahan di Gunungpati dan memberikan pesan kepada para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di wilayahnya. Ia berharap mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan KKN dapat melaksanakan program kerja dengan maksimal sesuai yang telah direncanakan, mengembangkan potensi yang ada, dan memberikan kesan yang baik untuk kelurahan di Kecamatan Gunungpati.
Dengan kolaborasi antara UIN Walisongo dan pemerintah setempat, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan menghasilkan dampak positif dalam pembangunan daerah.
Tema KKN MIT ke-16 ini adalah "Pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif, local wisdom, dan moderasi beragama menuju Indonesia maju." Tema ini diharapkan dapat memberikan pelajaran dan pengalaman berharga bagi mahasiswa sebagai modal dalam berkehidupan bermasyarakat di masa depan.
Search:
Kompasiana
Sigijateng
0 Komentar